Ia yg memikul raganya digelapnya malam
melupakan dirinya sendiri
memudar padu lebur dan larut
dikeagungan-MU
menentramkan nafas
mencintai-mu dalam diamku
kamulah tembang laras Suluk itu.
Kau mengira aku pergi, padahal aku mengembara di dalam dirimu
saat rasa datang bagai udara yang kita hirup.
Dan pergi bagai fatamorgana dalam sahara.
rasa ini bersujud memuji zat yang sejati, Ilahi

0 komentar:
Posting Komentar
Silakan bebas comment :) Promosiin blog sendiri di dalam comment lebih baik daripada nyebar Spam di dalam comment box blog orang. I really appreciate it! :D |